Bandung,Jabar,Cyber Liputan6.com-
Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna bersama Wakil Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Cucun Ahmad Syamsurizal meresmikan Jembatan GR Cikawao dan Jalan Nagrag pada Senin (15/9/2025). Infrastruktur tersebut menjadi penghubung wilayah strategis di Kecamatan Pacet.
Jembatan ini merupakan salah satu proyek prioritas Kabupaten Bandung untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah, khususnya masyarakat pedesaan. Pembangunan tersebut sejalan dengan misi ke-4 Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan.
Bupati Dadang menjelaskan, jembatan dengan bentang 25 meter dan lebar 8 meter itu menggunakan konstruksi beton komposit. Proyek dikerjakan selama 150 hari kalender hingga akhirnya rampung sesuai target.
“Pembangunan jembatan dan jalan ini tidak terlepas dari sinergi serta dukungan berbagai pihak, baik pemerintah pusat melalui DPR RI, pemerintah daerah melalui APBD, maupun DPRD Kabupaten Bandung yang terus memberikan perhatian besar terhadap infrastruktur,” ujar Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Cucun Ahmad Syamsurizal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa merupakan salah satu bentuk nyata komitmen DPR RI dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami di DPR RI terus mendorong agar pembangunan infrastruktur di daerah dapat berjalan merata. Jalan dan jembatan ini bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pacet dan sekitarnya,” ungkapnya.
Selain peresmian infrastruktur, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran paket sembako bagi masyarakat sekitar. Kehadiran jembatan dan jalan baru ini diharapkan semakin mempermudah akses warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Pacet dan sekitarnya.
Sejumlah warga yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi. Salah satunya, Mak Ijah (52), warga Desa Nagrag, mengaku kini perjalanan menuju pasar dan fasilitas kesehatan jauh lebih mudah.
“Alhamdulillah, sekarang kalau mau ke pasar tidak perlu muter jauh lagi. Jalan jadi bagus, jembatan kokoh, kami semua merasa terbantu sekali,” tuturnya dengan wajah gembira.
Harapan senada juga disampaikan oleh Asep (37), seorang petani setempat.
“Dengan adanya jembatan ini, hasil panen kami bisa lebih cepat dibawa ke pasar. Biaya angkut juga berkurang, semoga ekonomi warga makin maju,” ucapnya.
( Rudi.S )


















