Bupati Bandung Fokus Pada Pengembangan Budidaya Ikan

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.BANDUNG, Cyberliputan6.com-
Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri sekaligus membuka kegiatan sosialisasi kelembagaan dalam upaya penguatan kelembagaan kampung perikanan budidaya melalui pelatihan analisa usaha di Hotel Grand Sunshine Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (25/9/2025).

Sosialisasi kelembagaan ini digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung. Pelaksananya menghadirkan para narasumber dari Universitas Padjadjaran Bandung dan Programma Uitzending Manager (PUM) Netherlands. Para peserta sosialisasi dari Kampung Perikanan Budidaya Desa Padaulun dan Desa Wangisagara.

“Dimana kita sudah punya dua wilayah, yaitu pembudidaya ikan di Desa Wangisagara dan Desa Padaulun Kecamatan Majalaya. Kita pun ingin secara keseluruhan dikembangkan budidaya ikan tersebut,” kata Bupati Bandung dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna berharap Kabupaten Bandung ingin menjadi penyedia ikan secara nasional. Hal itu tentunya selaras dan sesuai dengan visi misi Kabupaten Bandung, di antaranya ada program kerja untuk menciptakan 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja.

“Salah satunya melalui Dispakan (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan) Kabupaten Bandung, khususnya dalam budidaya ikan. Kita akan terus fokus menjadikan warga Kabupaten Bandung mengembangkan usahanya khusus di bidang perikanan,” kata Kang DS.

Dengan harapan kedepannya, kata Kang DS, kebutuhan ikan di Kabupaten Bandung, bahkan regional hingga nasional bisa disuplai hasil dari budidaya ikan masyarakat Kabupaten Bandung.

Lebih lanjut Kang DS mengatakan bahwa potensi kebutuhan ikan untuk makanan bergizi gratis atau MBG di Kabupaten Bandung, setelah dihitung mencapai 1 juta kg.

“Artinya, kalau kebutuhannya 1 juta kg, dirata-ratakan dibagi satu ton per orang kesiapannya, maka kita harus ada 1000 orang pembudidaya ikan kita ciptakan. Kita fokus bagaimana supaya penyediaan untuk perikanan di Kabupaten Bandung melebihi dari budidaya ikan yang ada dan atau tidak menutup kemungkinan mencapai 10.000 wira usaha di bidang budidaya ikan,” tuturnya.

Kang DS berharap pembudidaya ikan di Kabupaten Bandung, tidak hanya bisa memenuhi dan suplai kebutuhan ikan di Kabupaten Bandung atau Bandung Raya saja. Selain itu mensuplai kebutuhan ikan di Jawa Barat, bahkan nasional.

“Maka saya tidak terpaku di 10.000 pembudidaya ikan, bahkan bisa lebih. Saya akan fokus bagaimana menciptakan minimal 1000 pembudidaya ikan, untuk memenuhi kebutuhan suplai ikan,” ujarnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan ikan pada program makan bergizi gratis atau MBG, Kang DS pun mendorong pengembangan usaha budidaya ikan dengan teknologi bioflok. Terutama bagi mereka yang sudah mengajukan pemenuhan modal usaha untuk budidaya ikan dengan sistem bioflok tersebut.

“Ada juga yang pemenuhan modal usaha itu melalui KUBE (kelompok usaha bersama) maupun perbankan. Saya ingin ada masukan-masukan informasi, dan saya ingin tetap profesional dan apa yang menjadi kebutuhan pangan, terutama ikan terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan pelaksanaan sosialisasi kelembagaan; penguatan kelembagaan kampung perikanan budidaya melalui pelatihan analisa usaha dengan latar belakang, Kecamatan Majalaya merupakan salah satu penghasil perikanan budidaya yang cukup besar di Kabupaten Bandung.

“Kecamatan Majalaya merupakan salah satu penghasil perikanan budidaya yang cukup besar di Kabupaten Bandung. Kecamatan Majalaya menempati posisi ke 3 setelah Kecamatan Bojongsoang dan Ciparay sebagai penghasil ikan air tawar hasil budidaya terutama ikan lele. Kecamatan Majalaya tercatat memiliki angka produksi ikan lele sebanyak 1.654,18 ton pada tahun 2024 dan masih terus meningkat hingga saat ini,” ujar Uka Suska.

Menurutnya, pada tahun 2021 Desa Padaulun diresmikan sebagai Kampung Perikanan Budidaya (KPB) lele, hingga saat ini telah terbentuk 9 kelompok pembudidaya ikan di KPB Desa Padaulun dimana sebelumnya hanya terdapat 4 kelompok pembudi daya ikan.

“Selain Desa Padaulun Kecamatan Majalaya terdapat Desa Wangisagara yang memiliki potensi perikanan budidaya dengan komoditas unggulan ikan nila. Di Desa Wangisagara pada saat ini telah terbentuk sebanyak 12 kelompok pembudi daya ikan,” kata Uka Suska lagi.

Sebagai salah satu bentuk komitmen pengembangan dan penguatan kelembagaan di kampung perikanan budidaya, imbuhnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui Bidang Perikanan Budi Daya Sub Kegiatan Pelaksanaan Fasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Kelembagaan Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun Anggaran 2025 melaksanakan sosialisasi kelembagaan: penguatan kelembagaan kampung perikanan budidaya melalui pelatihan analisa usaha.

“Tujuan dari sosialisasi kelembagaan: penguatan kelembagaan kampung perikanan budidaya, melalui pelatihan analisa usaha adalah pelatihan analisa usaha dilaksanakan berdasarkan permasalahan dimana masih banyaknya pembudi daya ikan yang belum paham mengembangkan usahanya secara optimal sehingga terkesan stagnan,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembudi daya ikan bagaimana cara untuk mengetahui tingkat keuntungan bersih, tingkat keuntungan relatif (R/C rasio), dan kelayakan usaha.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut, yakni memberikan kemampuan dalam hal pengambilan keputusan dalam bisnis perikanan, khususnya dalam mengetahui keuntungan. Menentukan modal yang dibutuhkan. Mengetahui kelayakan usaha perikanan. Mengetahui potensi pertumbuhan usaha,” tuturnya.

Dijelaskan Uka Suska, sasaran sosialisasi kelembagaan adalah kelompok pembudidaya ikan di kampung perikanan budidaya Desa Padaulun dan Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung dengan total jumlah peserta adalah 50 orang.

Reporter: Rudi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota
Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan
PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak
PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif
Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari
Pentahelix dan PRIMA Telusuri Daerah Terdampak Banjir dan Evakuasi Warga
Pelaksanaan Operasi Gabungan Tertib Administrasi Pajak kendaraan Bermotor
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:36 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:31 WIB

Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:43 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 12:18 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif

Berita Terbaru