Bandung,Jabar, CyberLiputan6.com-
Suasana Masjid Besar Al-Fathu, Soreang, Jumat (26/9/2025) terasa lebih khidmat dari biasanya. Ratusan jamaah memenuhi saf untuk menunaikan salat Jumat, yang kali ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Kehadiran Bupati dalam kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) bukan hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga bagian dari agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat nilai religius sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim. Momen itu mengundang rasa haru di tengah jamaah. Senyum bahagia anak-anak yang menerima santunan menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial.
“Santunan ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap generasi penerus. Kami ingin mereka tetap memiliki semangat dan keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Dadang Supriatna menegaskan bahwa kegiatan Jumling memiliki makna ganda, yaitu memperkuat syiar Islam sekaligus menjadi media komunikasi langsung dengan warga.
“Melalui Jumling ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka. Dengan begitu, pembangunan di Kabupaten Bandung bisa berjalan sesuai aspirasi warga,” ujarnya.
Seorang jamaah, Ustadz Ahmad, mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut.
“Program ini sangat positif. Selain bisa mempererat tali silaturahmi, masyarakat juga merasa diperhatikan secara langsung oleh pemimpinnya,” ucapnya.
Pelaksanaan Jumling di Masjid Al-Fathu berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Usai salat, Bupati tampak berbincang akrab dengan para tokoh agama, pengurus DKM, dan warga setempat. Suasana hangat ini mencerminkan hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan masyarakatnya.
Dengan konsistensi program Jumling, Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh aspek keagamaan dan sosial. Tidak hanya sebagai agenda seremonial, namun juga sebagai ruang nyata untuk membangun kebersamaan, kepedulian, dan kemajuan Kabupaten Bandung.
( Rudi.S )


















