Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERLIPUTAN6.com-
Semua orang memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari pekerjaan ringan, sampai pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik dan pikiran yang banyak. Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan imbalan pembayaran. Di dunia ini ada banyak sekali jenis pekerjaan. Mulai dari pekerjaan lepas, pekerjaan tetap dan pekerjaan kontrak. Ada yang bekerja di kantoran, perusahaan swasta atau negeri.

Terkadang seseorang mengerjakan pekerjaan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Namun, banyak juga orang yang telah memilih pekerjaan sesuai minat mereka. Meski tidak menyukai dan merasa terpaksa dalam mengerjakan pekerjaan, mereka tetap mengerjakannya karena tuntutan dari keadaan.

Frans Magnis-Suseno menegaskan, bahwa ada tiga fungsi kerja yakni fungsi reproduksi material, integrasi sosial dan pengembangan diri. Fungsi kerja pertama dengan bekerja, manusia bisa memenuhi kebutuhannya. Fungsi kerja kedua, dengan bekerja manusia mendapatkan status di masyarakat. Ia akan dipandang sebagai manusia yang bermanfaat. Sementara fungsi kerja ketiga, dengan bekerja, manusia mampu secara kreatif menciptakan dan mengembangkan dirinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam ajaran Agama manapun pasti melarang pengikutnya malas bekerja. Ajaran Islam melarang pemeluknya menganggur tanpa bekerja. Coba kita telaah dan resapi Firman Allah Swt., “Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah untuk kamu. Oleh karena itu, berjalanlah dipermukaannya dan makanlah dari rezekinya”. (QS. Al-Mulk : 15).

Ayat ini menjadi prinsip bagi seorang muslim untuk dijadikan dasar atau motivasi seseorang bahwa hidup harus diisi dengan bekerja. Setiap muslim haram hukumnya bermalas-malasan, beraktivitas tanpa bekerja dengan dalih ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Tuhan.

Dia (Tuhan) tidak akan menghilangkan haus seseorang dengan cara berdoa tanpa berusaha mencari air untuk diminum. Dia juga tidak pernah menjatuhkan lembaran uang setelah kita berdoa. Berdosa bagi kita yang enggan bekerja kemudian menelantarkan diri sendiri dengan kemalasan, terlebih-lebih bagi kita yang telah memiliki tanggungan keluarga.

Bahkan dalam Ajaran Islam, seorang muslim bekerja tidak boleh hanya didasarkan keinginan untuk memperoleh upah atau uang saja, melainkan bekerja itu merupakan perintah Allah Swt. yang bernilai ibadah. Allah Swt. berfirman, “Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang Mengetahui akan gaib dan nyata, lalu Diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105).

Bekerja itu tidak hanya sekedar bekerja, melainkan harus memberikan makna.  Seseorang yang bekerja dengan baik bagi perusahaannya maka sesunggguhnya orang itu sedang mentransfer rezeki yang berkah dan bermanfaat kepada atasan, bawahan atau sesama rekan kerjanya.

Sebaliknya jika seseorang bekerja kemudian melakukan fraud, kecurangan yang merugikan perusahaan sehingga berdampak pada kesejahteraan pada karyawan lainnya, maka orang itu hanya sekedar bekerja dan kata Alm Buya Hamka,” *Jika seseorang hanya bekerja, maka kera pun bekerja.”*
Wallahu’alam

**_Penulis  Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris Utama BPR Kerta Raharja Kab Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBGRM Pilihan atau Kewajiban? Menelisik Regulasi dan Komitmen Pemerintah Daerah
H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI
KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung
Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti
Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak
Bupati Bandung Ajak Masyarakat Awasi Proses SPMB Agar Bebas Pungli dan Titipan
Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:54 WIB

BBGRM Pilihan atau Kewajiban? Menelisik Regulasi dan Komitmen Pemerintah Daerah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:16 WIB

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:51 WIB

Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung

Senin, 25 Mei 2026 - 01:48 WIB

Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak

Berita Terbaru