Banjir Berulang dan Jalan Rusak Kian Membahayakan, Warga Desak Keras Aksi Nyata Bina Marga Provinsi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bandung | Cyberliputan6.com — Keluhan warga terhadap kondisi saluran drainase di jalan Terusan Mohamad Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, kini tidak lagi sekadar keresahan, melainkan telah berubah menjadi desakan keras. Banjir yang terus berulang setiap hujan deras, ditambah kerusakan jalan yang kian parah, dinilai masyarakat sebagai persoalan serius yang tak kunjung ditangani secara nyata.

Seperti hal di kawasan Palasari, genangan air hampir selalu terjadi saat hujan turun, dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat akses jalan terganggu dan memaksa warga serta pengendara mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

Masalah utama yang disorot warga adalah buruknya sistem drainase yang diduga mengalami pendangkalan dan tidak berfungsi optimal. Air dengan cepat meluap ke badan jalan, menciptakan genangan luas yang tak kunjung tertangani secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat yang sama, kondisi jalan yang berlubang dan tertutup air memperparah risiko. Lubang-lubang besar yang tidak terlihat menjadi “jebakan” bagi pengendara. Bahkan, beberapa bulan lalu, kecelakaan tragis terjadi hingga merenggut nyawa seorang mahasiswa, yang diduga terperosok akibat kondisi jalan tersebut.

Peristiwa tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi semua pihak. Namun dari sudut pandang media, kondisi yang terjadi justru dinilai ironis. Pasca kejadian yang memakan korban jiwa tersebut, hingga kini belum terlihat adanya respons nyata di lapangan dari pihak Bina Marga Provinsi.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kecepatan dan prioritas penanganan terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Setiap hujan pasti banjir, tidak pernah berubah. Air tinggi, jalan rusak, kami selalu was-was. Sudah ada korban, tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang benar-benar terasa. Kami hanya ingin jalan ini aman dan perbaikan drainase dari pihak bina marga,” ujar Yana, warga Palasari pada Selasa (31/3/2026) di lokasi

Nada serupa juga disampaikan warga lainnya yang sering melintas jalan Palasari yang semakin kehilangan kesabaran.

“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, kami khawatir akan ada korban lagi. Kami minta Bina Marga jangan menunggu lebih lama. Harus ada tindakan nyata, terutama perbaikan drainase,” ungkap warga

Dari penelusuran tim media, sebelumnya telah ada komunikasi dengan tim Penangan banjir Dayeuhkolot yang menyebutkan bahwa usulan, kajian, dan langkah mitigasi telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait. Namun demikian, hingga saat ini, masyarakat menilai belum terlihat adanya tindak lanjut yang signifikan di lapangan.

Di sisi lain, upaya swadaya yang dilakukan masyarakat dan penangan banjir di wilayah RW 3 Palasari sempat menunjukkan hasil, di mana genangan air pada hujan terakhir relatif lebih cepat surut. Meski demikian, warga menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan tanpa penanganan menyeluruh di sepanjang Jalan Terusan Mohamad Toha.

Dari sudut pandang media, kondisi ini menjadi catatan serius. Banjir yang terus berulang, drainase yang tidak optimal, serta jalan rusak yang telah memakan korban jiwa, menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian biasa. Diperlukan langkah cepat, terukur, dan menyeluruh untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Masyarakat kini tidak hanya mengeluhkan, tetapi secara terbuka mendesak adanya respons cepat dari Bina Marga Provinsi. Penanganan drainase, pengerukan saluran, hingga perbaikan jalan berlubang dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

Dengan kondisi yang terus berulang dan risiko yang nyata di depan mata, warga berharap Bina Marga Provinsi segera menunjukkan respons konkret di lapangan.

“Sebelumnya telah ada usulan, kajian, serta langkah mitigasi yang disampaikan melalui berbagai pihak terkait. Namun demikian, kami menilai belum terlihat adanya tindak lanjut yang signifikan di lapangan terutama dari pihak Bina Marga, Provinsi,” pungkas warga Palasari.
( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBGRM Pilihan atau Kewajiban? Menelisik Regulasi dan Komitmen Pemerintah Daerah
H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI
KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung
Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti
Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak
Bupati Bandung Ajak Masyarakat Awasi Proses SPMB Agar Bebas Pungli dan Titipan
Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:54 WIB

BBGRM Pilihan atau Kewajiban? Menelisik Regulasi dan Komitmen Pemerintah Daerah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:16 WIB

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:51 WIB

Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung

Senin, 25 Mei 2026 - 01:48 WIB

Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak

Berita Terbaru