Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garut, Jabar,cyberliputan6.com-

*TAROGONG KALER* – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Grand Final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut dan Kontes Ternak Tahun 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah, Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua HPDKI Provinsi Jawa Barat, Denny Mulyadi, perwakilan Kementerian Pertanian, Kepala Diskannak Kabupaten Garut drh. Dyah Savitri, Ketua HPDKI Kabupaten Garut Riki Muhamad Sidik, perwakilan Disparbud Kabupaten Garut, serta tamu undangan lainnya.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, Bupati Garut menyampaikan apresiasi serta dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya Domba Garut.

Menurutnya, pemeliharaan Domba Garut tidak hanya berorientasi pada komoditas daging, tetapi juga perlu dilakukan dengan perawatan yang baik dan penuh kasih sayang agar memiliki nilai jual tinggi.

“Karena domba kalau dijual hanya dagingnya saja, itu harganya tidak akan mahal. Tapi kalau domba yang dipelihara dengan baik, dengan kasih sayang, dengan cinta, insya Allah harganya akan jadi bagus. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Garut,” ucap Bupati Garut.

Syakur menilai kegiatan yang berskala Provinsi Jawa Barat tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta domba, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Yang kedua juga ini adalah ajang silaturahmi. Tadi saya dengar ini kegiatannya berskala Provinsi Jawa Barat. Ini silaturahmi antara orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap domba. Domba ini adalah makhluk yang unik ya, yang tadi kuat kelihatannya, tanduknya besar seperti kita semua ingin menunjukkan kekuatan kita,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendorong kegiatan serupa agar lebih dikenal luas dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Menurut Syakur, kekhasan budaya Domba Garut yang dimiliki Garut dan Jawa Barat diharapkan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Sekjen Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Garut, Asep Rahwanto, menjelaskan bahwa puncak acara merupakan rangkaian akhir dari sembilan putaran liga yang sebelumnya digelar di delapan pamidangan berbeda.

Ia memaparkan, seni ketangkasan domba tahun ini diikuti 461 ekor domba yang terbagi dalam Kelas A sebanyak 143 ekor, Kelas B sebanyak 143 ekor, dan Kelas C sebanyak 175 ekor. Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumedang, Pangandaran, dan Bandung.

Selain seni ketangkasan, kegiatan ini juga dimeriahkan kontes ternak lokal khusus peternak asal Kabupaten Garut dengan lima kategori dan total 170 ekor ternak.

Kategori tersebut meliputi Raja Petet Non Poel sebanyak 59 ekor, Raja Petet Satu Pasang Poel 55 ekor, Raja Calon Pejantan atau Raja Kasep Dua Pasang Poel 33 ekor, Raja Pedaging Dua Pasang Poel 8 ekor, serta Ratu Bibit Dua Pasang Poel sebanyak 15 ekor.

“Kalau untuk kontes ternak ini diselenggarakan lokal, jadi peternak yang hanya di Kabupaten Garut saja yang ikut. Tetapi untuk SKDG ini terbuka, jadi ada yang dari Sumedang, Pangandaran, Bandung. Jadi banyak. Jadi bukan hanya dari Kabupaten Garut saja,” ujarnya.

Rangkaian kontes ternak dilaksanakan pada hari Sabtu, sedangkan seni ketangkasan dilanjutkan hingga Minggu untuk kategori Kelas A dan B.

Asep menyampaikan terima kasih kepada Bupati Garut atas dukungan terhadap pelaksanaan kontes ternak yang sebelumnya sempat direncanakan ditiadakan karena efisiensi anggaran.

Mewakili para peternak dan DPC HPDKI Garut, ia berharap kegiatan tahunan tersebut dapat terus berlanjut. Menurutnya, kegiatan ini turut berdampak terhadap harga jual domba unggulan yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

“Bahkan ada domba Raja Kasep itu sampai menembus harga Rp250 juta, Rp300 juta. Apalagi kalau sudah tangkas, ada kemarin itu yang memang tangkasnya bagus, kemudian dombanya betul-betul bagus kasep itu sampai terjual sampai Rp400 juta. Makanya dengan adanya event seperti ini, harga domba itu betul-betul naik. Kalau sebaliknya kalau tidak ada event ya harga domba tidak akan naik,” tandasnya.

*(Lela N)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Temu Kangen Alumni Beserta Orangtua Santri, Serta Khitanan Masal
Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian
SDN 1 Cimanganten Raih Prestasi di Tiga Bidang, Bukti Nyata 7 Kebiasaan Anak Hebat
SDN 2 Sukamenak Gelar Maulid Nabi SAW, Mari Teladani Budi Pekerti Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Bupati Garut Dorong Optimalisasi PAD melalui Sektor Pariwisata
SDN 2 Mekarjaya Giat Bersih dan Menata Kelas, Libatkan Orang Tua Siswa
Bupati Garut Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas
74 Sekolah Ramaikan LCC 2026 Rayon 6, SMPN 1 Bayongbong Jadi Tuan Rumah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:01 WIB

Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 - 23:31 WIB

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Temu Kangen Alumni Beserta Orangtua Santri, Serta Khitanan Masal

Sabtu, 12 September 2026 - 22:46 WIB

Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:52 WIB

SDN 1 Cimanganten Raih Prestasi di Tiga Bidang, Bukti Nyata 7 Kebiasaan Anak Hebat

Sabtu, 5 September 2026 - 13:41 WIB

SDN 2 Sukamenak Gelar Maulid Nabi SAW, Mari Teladani Budi Pekerti Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru