Bandung,Jabar, CyberLiputan6,com-
Suasana penuh haru mewarnai Aksi Kabupaten Bandung Bela Palestina yang digelar di halaman Masjid Al-Fathu, Soreang, pada Minggu (21/9/2025). Ribuan warga berkumpul, mengangkat poster bertuliskan “Stop Genocide” dan “Free Palestine”, sebagai wujud kepedulian serta solidaritas untuk rakyat Palestina.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbol, melainkan panggilan hati untuk kemanusiaan.
“Hari ini kita berdiri di sini bukan hanya untuk Palestina, tetapi juga untuk kemanusiaan. Dukungan kita tidak boleh berhenti hanya di sini, melainkan harus diwujudkan dalam doa, gerakan nyata, dan solidaritas yang berkelanjutan. Kabupaten Bandung siap berada di garis depan dalam membela hak-hak rakyat Palestina,” ujarnya disambut pekikan takbir peserta aksi.
Aksi ini juga sejalan dengan sosialisasi Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, yang menegaskan bahwa mendukung perjuangan rakyat Palestina merupakan kewajiban umat Islam. Ketua MUI Kabupaten Bandung, KH. Ahmad Fauzi, mengingatkan jamaah agar terus menyalurkan dukungan dalam berbagai bentuk.
“Fatwa MUI jelas menyebutkan bahwa mendukung Palestina adalah kewajiban. Minimal kita bisa mendoakan dalam setiap sujud, menyisihkan harta melalui zakat dan infak, serta menghindari produk yang terafiliasi dengan penjajah Zionis,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kerumunan, banyak warga yang datang bersama keluarga. Salah satunya adalah Lina Marlina (32), yang mengaku terharu bisa ikut serta.
“Kami datang bersama keluarga untuk menunjukkan kepedulian. Palestina adalah bagian dari umat Islam, dan luka mereka adalah luka kita semua. Semoga dukungan ini menjadi amal jariyah dan doa kita dikabulkan Allah SWT,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Aksi damai ini mencerminkan kepedulian masyarakat Kabupaten Bandung terhadap lebih dari 70.000 umat Muslim yang menjadi korban genosida di Palestina. Warga percaya bahwa dukungan tersebut tidak boleh berhenti, melainkan harus terus diperkuat melalui langkah nyata, doa, serta semangat persaudaraan kemanusiaan.
(Rudi S.)


















