Pati,JATENG, Cyberliputan6.com-
Aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Bupati Pati Sudewo mundur berujung ricuh. Massa yang memadati halaman kantor bupati melemparkan botol air mineral, alas kaki, hingga berbagai benda lain ke arah bangunan dan aparat.
Sebelumnya, massa meminta Sudewo keluar menemui mereka. Situasi yang memanas membuat lemparan mulai terjadi. Pukul 12.16 WIB, Bupati Sudewo akhirnya keluar dan naik ke kendaraan taktis milik polisi untuk menyampaikan permintaan maaf serta janji memperbaiki kinerjanya.
“Saya mohon maaf,” ucap Sudewo di hadapan demonstran, Rabu (13/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, tak lama berselang, massa kembali ricuh. Lemparan kembali diarahkan ke Sudewo, hingga ajudan dan polisi sigap memberikan perlindungan dengan tameng. Bupati kemudian kembali masuk ke mobil dan meninggalkan kerumunan untuk masuk ke kantor.
Sebagian massa tetap bertahan di depan gerbang kantor bupati, yang dijaga ketat aparat. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan pihaknya mengamankan 11 orang yang diduga sebagai provokator dan sedang melakukan pemeriksaan.
Awalnya, aksi berlangsung damai. Namun, menurut Artanto, ada dugaan penyusup yang memicu kericuhan. “Menjelang siang, muncul kelompok anarkis yang melempar air mineral, batu, hingga buah busuk. Situasi pun memanas hingga chaos,” jelasnya.
Polisi kemudian mendorong massa mundur, memecah kerumunan, dan memastikan kondisi kembali aman. “Alhamdulillah pukul 15.30 WIB sudah kondusif. Kami lakukan patroli untuk memastikan keamanan,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, 34 orang dilaporkan luka, termasuk anggota polisi. Tidak ada korban jiwa.
Meski Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen, warga tetap memutuskan turun ke jalan. Sebab, tuntutan mereka kini bergeser—tidak hanya membatalkan kebijakan, tetapi juga meminta Bupati Pati turun dari jabatannya.
[ Red ]


















