Pemkab Bandung Luncurkan 3 Inovasi Unggulan, Bangun Ekosistem Seni Budaya yang Adaptif

- Penulis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.BANDUNG, Cyberliputan6.com-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) resmi meluncurkan tiga inovasi unggulan dalam mendukung pemajuan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya di wilayahnya.
Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bandung terhadap keberlanjutan budaya lokal yang selaras dengan visi misi Kabupaten Bandung BEDAS serta merupakan bagian dari 57 rencana aksi Bupati Bandung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, mengatakan tiga inovasi tersebut hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman, khususnya dalam upaya memperkuat ekosistem kebudayaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga mempersembahkan tiga inovasi ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan. Insya Allah seluruh program ini akan diwujudkan pada tahun 2026,” ujar Irvan kepada awak media, Kamis (9/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Museum Digital Sejarah (MDS) menjadi inovasi pertama yang dihadirkan Pemkab Bandung. Program ini menggabungkan teknologi digital modern dengan nilai-nilai luhur sejarah daerah, menjadikannya media edukasi sejarah yang interaktif dan menarik bagi generasi muda.

Melalui MDS, masyarakat dapat menjelajahi situs-situs bersejarah Kabupaten Bandung secara virtual, lengkap dengan informasi, foto, dan film dokumenter.
Irvan menegaskan bahwa museum digital ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan kreativitas dan industri digital berbasis budaya.

“Kami ingin mendekatkan sejarah kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan dunia digital mereka,” jelasnya.

Inovasi kedua, Sadaya Bedas, adalah sistem aplikasi pendataan kebudayaan yang berfungsi sebagai big data kebudayaan Kabupaten Bandung.
Program ini menjadi fondasi bagi perumusan kebijakan dan perencanaan program kebudayaan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Melalui Sadaya Bedas, seluruh data terkait kebudayaan — mulai dari jumlah sanggar seni, jenis kesenian, aktivitas komunitas, hingga peta sebaran pelaku seni — akan tercatat secara sistematis dan mudah diakses.

“Sadaya Bedas ini adalah fondasi seluruh program kebudayaan kami. Dengan data yang akurat, kebijakan bisa dirumuskan secara efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkap Irvan.

Sementara inovasi ketiga, Sapa Pesona Budaya BEDAS, hadir sebagai wadah ekspresi dan ruang kreasi bagi masyarakat dalam melestarikan dan menampilkan kekayaan seni budaya lokal.

Melalui kegiatan seperti festival seni, pertunjukan budaya, hingga workshop kreatif, program ini membuka kesempatan luas bagi pelaku seni dan masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif.

“Sapa Pesona Budaya BEDAS menjadi panggung bagi masyarakat untuk berkreasi dan berekspresi. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan bakat dan potensi di bidang seni dan budaya,”tutur Irvan.

Dengan ketiga inovasi unggulan tersebut, Pemkab Bandung menargetkan terbentuknya ekosistem kebudayaan yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan.
Irvan menambahkan bahwa ketiga program ini saling melengkapi — MDS memperkuat edukasi sejarah, Sadaya Bedas membangun fondasi data kebudayaan, dan Sapa Pesona Budaya BEDAS menjadi ruang aktualisasi masyarakat.

“Tiga inovasi ini kami rancang bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan budaya Kabupaten Bandung agar tetap hidup, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.
( Rudi.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota
Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan
PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak
PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif
Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari
Pentahelix dan PRIMA Telusuri Daerah Terdampak Banjir dan Evakuasi Warga
Pelaksanaan Operasi Gabungan Tertib Administrasi Pajak kendaraan Bermotor
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:36 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:31 WIB

Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:43 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 12:18 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif

Berita Terbaru