Pentahelix dan PRIMA Telusuri Daerah Terdampak Banjir dan Evakuasi Warga

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab,Bandung, Cyberliputan6.com–
Sejumlah wilayah kembali terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Dayeuhkolot. Ketua Pentahelix Penanganan Banjir bersama tim serta Anggota Prima turun langsung menelusuri lokasi genangan menggunakan perahu karet BPBD Kabupaten Bandung, untuk memantau kondisi terkini pada Jumat (5/12/2025).

Dalam pemantauan tersebut, tim menyusuri area yang tergenang cukup dalam, sekaligus mendengarkan laporan warga mengenai dampak banjir yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kehadiran Ketua Pentahelix di lapangan menjadi langkah koordinatif guna mempercepat respons lintas sektor, mulai dari BPBD, relawan, aparatur kewilayahan hingga unsur komunitas.

Hasil pantauan anggota PRIMA dan Tim Pentahelix di beberapa lokasi sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Kelurahan Pesawahan, khususnya RW 02 dan RW 03 (Cisirung), hingga saat ini masih terendam banjir.

2. Desa Dayeuhkolot, hampir seluruh wilayahnya masih tergenang dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 1,5 meter.

3. Desa Citeureup, sebagian besar wilayah juga masih terendam banjir.

Sejumlah warga diketahui mengungsi di masjid-masjid terdekat, sementara pendataan jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak masih berlangsung.

Dalam laporan lapangan, seorang warga yang sakit dari RT 02 / RW 16 Desa Citeureup telah dievakuasi oleh tim menuju Rumah Sakit Welas Asih untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, anggota PRIMA turut membantu proses evakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir, terutama di wilayah-wilayah dengan genangan cukup tinggi.

“Kami bersama seluruh unsur Pentahelix pemerintah, relawan, masyarakat, dan pihak terkait lainnya akan terus melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak,” ujar Tri Harmanto Ketua Pentahelix Dayeuhkolot di Lokasi

“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan di lokasi banjir. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta melaporkan bila ada kondisi darurat agar dapat segera ditangani,” sambungnya

Pemantauan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan evakuasi berjalan cepat.
Sumber : Humas Pentahelix

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota
Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan
PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak
PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif
Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari
Pelaksanaan Operasi Gabungan Tertib Administrasi Pajak kendaraan Bermotor
Tri Rahmanto: Penanganan Banjir di Dayeuhkolot Butuh Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:36 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:31 WIB

Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:43 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 12:18 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif

Berita Terbaru