RODA NASIB

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERLIPUTAN6.com- Kabupaten Bandung
Kita sering mendengar ungkapan “roda kehidupan berputar.” Sebuah peribahasa atau metafora yang menggambarkan perjalanan hidup manusia yang penuh perubahan, kadang berada di atas, kadang pula di bawah. Nasib dan keadaan manusia selalu mengalami pasang surut, sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an, Jumat, 29 Agustus 2025.

“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapatkan pelajaran). Dan Allah mengetahui orang-orang yang beriman (yang sejati), serta sebagian dari kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
(QS. Ali Imran: 140)

Seorang muslim harus meyakini bahwa roda nasib selalu berputar. Tidak selamanya manusia berada di atas (bahagia, sukses, kaya), dan tidak selamanya pula di bawah (susah, gagal, miskin). Demikian pula dengan kekuasaan, yang sejatinya hanyalah titipan sementara. Kekuasaan bisa berganti dari satu tangan ke tangan lain sesuai kehendak Allah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keyakinan pada roda nasib yang berputar seharusnya menumbuhkan sikap rendah hati saat berada di puncak. Ada pepatah bijak yang berkata:
“Jangan sombong saat berada di puncak, karena roda kehidupan berputar. Suatu saat kamu bisa saja jatuh ke bawah.”

Begitupun sebaliknya, jangan patah semangat saat gagal, sebab sukses atau tidaknya manusia hanyalah atas izin Allah.

Banyak contoh nyata tentang roda nasib yang terus berputar. Ada yang dulunya seorang pengemudi ojek online, lalu dalam waktu singkat bisa menduduki jabatan tinggi seperti Wakil Menteri, namun kemudian jatuh menjadi pesakitan.

Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi esok hari. Karena itu, tidak boleh meremehkan orang lain. Bisa jadi orang yang diremehkan hari ini justru akan menjadi lebih hebat dari yang meremehkannya. Semua karena roda nasib yang terus berputar.

Segala bentuk kekuasaan, kekayaan, dan kedudukan hanyalah kehendak Allah semata. Hal ini pun diingatkan dalam firman-Nya:

“Katakanlah (Nabi Muhammad): Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Ali Imran: 26)
Penulis: H. Mumu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota
Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan
PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak
PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif
Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari
Pentahelix dan PRIMA Telusuri Daerah Terdampak Banjir dan Evakuasi Warga
Pelaksanaan Operasi Gabungan Tertib Administrasi Pajak kendaraan Bermotor
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:36 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:31 WIB

Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:43 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 12:18 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif

Berita Terbaru