Pati Memanas! Ribuan Warga Tantang dan Desak Bupati Sudewo Mundur

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati,JATENG, Cyberliputan6.com-
Aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Bupati Pati Sudewo mundur berujung ricuh. Massa yang memadati halaman kantor bupati melemparkan botol air mineral, alas kaki, hingga berbagai benda lain ke arah bangunan dan aparat.

Sebelumnya, massa meminta Sudewo keluar menemui mereka. Situasi yang memanas membuat lemparan mulai terjadi. Pukul 12.16 WIB, Bupati Sudewo akhirnya keluar dan naik ke kendaraan taktis milik polisi untuk menyampaikan permintaan maaf serta janji memperbaiki kinerjanya.

“Saya mohon maaf,” ucap Sudewo di hadapan demonstran, Rabu (13/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, tak lama berselang, massa kembali ricuh. Lemparan kembali diarahkan ke Sudewo, hingga ajudan dan polisi sigap memberikan perlindungan dengan tameng. Bupati kemudian kembali masuk ke mobil dan meninggalkan kerumunan untuk masuk ke kantor.

Sebagian massa tetap bertahan di depan gerbang kantor bupati, yang dijaga ketat aparat. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan pihaknya mengamankan 11 orang yang diduga sebagai provokator dan sedang melakukan pemeriksaan.

Awalnya, aksi berlangsung damai. Namun, menurut Artanto, ada dugaan penyusup yang memicu kericuhan. “Menjelang siang, muncul kelompok anarkis yang melempar air mineral, batu, hingga buah busuk. Situasi pun memanas hingga chaos,” jelasnya.

Polisi kemudian mendorong massa mundur, memecah kerumunan, dan memastikan kondisi kembali aman. “Alhamdulillah pukul 15.30 WIB sudah kondusif. Kami lakukan patroli untuk memastikan keamanan,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, 34 orang dilaporkan luka, termasuk anggota polisi. Tidak ada korban jiwa.

Meski Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen, warga tetap memutuskan turun ke jalan. Sebab, tuntutan mereka kini bergeser—tidak hanya membatalkan kebijakan, tetapi juga meminta Bupati Pati turun dari jabatannya.
[ Red ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota
Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan
PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak
PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif
Tidak Sekedar Bekerja Oleh : Idat Mustari
Pentahelix dan PRIMA Telusuri Daerah Terdampak Banjir dan Evakuasi Warga
Pelaksanaan Operasi Gabungan Tertib Administrasi Pajak kendaraan Bermotor
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:36 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Merah Putih Manggahang Gelar Rapat Anggota Tahunan 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Usaha Anggota

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:31 WIB

Hore! Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Kang DS Temui Kemensos Bahas Persiapan Lahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:43 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2026 Disesuaikan Jadi Rp2 Triliun, Pemkab Fokus Optimalisasi Tanpa Tambah Beban Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 12:18 WIB

PAD Kabupaten Bandung 2025 Terealisasi Rp1,8 Triliun, Bapenda Nilai Kinerja Pendapatan Daerah Positif

Berita Terbaru