BANDUNG, CYBERLIPUTAN6.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Grand Final Duta Pajak 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, menegaskan bahwa program Duta Pajak bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi gerakan edukasi yang menyasar generasi milenial dan pengusaha muda.
“Peran Duta Pajak ini adalah sebagai agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pengusaha muda, agar lebih sadar dan taat pajak,” ujarnya.
Program ini sebelumnya telah menyasar pelajar melalui sosialisasi di sekolah, termasuk di SMK Soreang, dan akan diperluas ke perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para finalis yang merupakan perwakilan dari tiap kecamatan diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing, mengajak keluarga, sahabat, hingga pelaku usaha lokal untuk aktif membayar pajak sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebut kegiatan ini sebagai inovasi penting dalam mendongkrak PAD di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai hampir Rp1 triliun.
“PAD sangat menentukan keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Bandung. Dengan berkurangnya TKD, kita harus mencari inovasi, salah satunya melalui Duta Pajak ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi pajak sejak dini kepada pelajar dan mahasiswa menjadi kunci untuk membangun kesadaran jangka panjang di masyarakat.
Untuk tahun 2026, target pajak daerah yang dikelola Bapenda ditetapkan sekitar Rp1,3 triliun. Meski demikian, Bupati menekankan bahwa peningkatan PAD harus dilakukan tanpa membebani masyarakat.
“Kita dorong inovasi dan optimalisasi potensi yang ada, tanpa memberatkan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Rudi S.

















