Kursi Kekuasaan Butuh Kerendahan Hati Oleh : Idat Mustari

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cyberliputan6.com-
Tidak Mudah Meraih Kursi Kekuasaan Baik Di Legislatif Atau Eksekutif,Persaingannya Sangkatlah Tinggi,Sangatlah Ketat. Saling Sikat,Saling Sikut Diantara Mereka. Tidak Cukup Bermodalkan Niat Untuk Bisa Meraih Kursi Itu, Melainkan Juga Harus Bermodalkan Duit Yang Tak Sedikit. Tidak Cukup Bermodalkan Kecerdasan, Dan Integritas, Tapi Juga Harus Siap Isi Tas. Setelah Menduduki Kursi Kekuasaan Pun, Tidaklah Mudah, Godaannya Tinggi,Layaknya Hiasan Dunia (Al-Mata Al-ghurur) Karena Menyangkut Jabatan,Pengaruh,Uang,Dan Sumberdaya Penting.

Abraham Lincoln Berkata, “Semua orang Bisa Tahan Dengan Kesengsaraan,Tapi Bila Kau Ingin Mengetahui Karakter Seseorang,Berilah Dia Kekuasaan. Sosok Yang Dulu Dikenal Rendah Hati Sekarang Jadi Tinggi Hari. Dulu Dikenal Ramah Berubah Jadi Galak. Dulu Dikenal Someah Sekarang Jadi Judes. Memang Pengaruh Kekuasaan Sangatlah Hebat,Bisa Mengubah Seseorang Dari Sosok Yang Kita Kenal Menjadi Sosok Yang Asing

Allah Memberikan Pelajaran Kepada Kita, Tentang Seorang Raja Yang Tiranik Yakni Fir’aun Ramses ll (1304-1237 M). Bahkan Fir’aun Ini Selain Menindas Rakyat Juga Mengaku Dirinya Tuhan. Dia Ingin Di Kultuskan Oleh Semua Rakyatnya.Jika Rakyatnya Tidak Mengkultuskannya Di Bayang-Bayangu “Ngeri-Ngeri Sedap.” Sikapnya Mengagungkan Diri Sendiri Kemudian Menindas Harkat-Martabat Manusia Seperti Diktator Dan Tiran. Dia Di Perhamba Oleh Nafsunya Sendiri Untuk Berkuasa Dan Menguasai orang Lain. Yang Kemudian Hari, Allah Mengutus Seorang Nabi Untuk Melawannya,Menghadapinya Yakni Musa As (Simbol Perlawanan)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fir’aun Sering Di Gambarkan Sebagai Simbol Keangkuhan Dan Kesombongan. Kesombongan Fir’aun Adalah Menutup Telinga Saran-Peringatan Dari Musa As. Fir’aun Meyakini Bahwa Kekuasaan Dan Kemuliaan Yang Dimilikinya Berasal Dari Keturunan ilahi, Yang Membuatnya Merasa Tidak Terkalahkan Dan Di Atas Hukum. Kesombongannya Telah Memancing Kemarahan Allah.Hingga Kemudian Di Tenggelamkan Dalam Lautan.

Kisah Fir’aun Adalah Kisah Nyata Bukan Dongeng. Yang Seharusnya Menjadi Pelajaran Bagi Siapapun Yang Hari ini Sedang Berkuasa. Bahwa Sehebat Apapun Dirinya. Sebesar Apapun Kekuasaannya Tetapi Jika Sombong Akan Ada perlawanan Dari “Musa.” (Rakyat). Rakyat Bersatu Tak bisa Dikalahkan Oleh Penguasa Yang Sombong. Justru ia Akan Tumbang Jatuh Terjengkang. Dan itu Hanya Soal Waktu.

Beberapa Hari ini, Allahn Sepertinya Menyampaikan Pesan Kepada Kita,Bahwa siapapun Bisa Jatuh Dari Kursi Kekuasaan Karena Kesombongan Dan Keangkuhan. Dalam 24 Jam Terkahir, Empat Anggota DPR RI Secara Serentak Dinonaktifkan Oleh Partai Politik Mereka, Sebagai Buntut Dari Pernyataan Yang Dianggap Arogan Hingga Memicu Kemarahan Publik. Sejarah Kursi Kekuasaan Kembali Diputar Oleh Maha Kuasa, Bahwa Banyak Orang Jatuh Dari Kursi Kekuasaannya Dengan Cara Yang Tak Pernah Mereka Bayangkan, Seperti Tak Terbayangkan Oleh Ahmad Sahroni,Nafa Urbach,Eko Patrio,Uya Kuya Yang Harus Berhenti Tiba-Tiba Sebagai Anggota DPR RI.

Pelajaran Penting Dari Apa Yang Terjadi Adalah Siapapun Yang Hari ini Sedang Duduk Di Kursi Kekuasaan Untuk Tidak Lupa,Bahwa Kursi itu Hakikatnya Bukan Milik Mereka. Oleh sebab itu, Dibutuhkan Kerendahan Hati Setelah Meraihnya,Agar Kursi Kekuasaan itu Setia. Jika Tidak, Kursi Kekuasaan itu Bisa Hilang Tiba-Tiba.

**Pemerhati Sosial Dan Mantan Pengurus KNPI Jabar

Reporter: H.Mumu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI
KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung
Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti
Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak
Bupati Bandung Ajak Masyarakat Awasi Proses SPMB Agar Bebas Pungli dan Titipan
Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun
Bapenda Kabupaten Bandung Hadirkan Insentif Pajak 2026, Warga Bisa Lunasi Tunggakan Tanpa Denda
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:16 WIB

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:51 WIB

Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:46 WIB

Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti

Senin, 25 Mei 2026 - 01:48 WIB

Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak

Berita Terbaru