KDM dan Gereja *Oleh: Idat Mustari*

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 01:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, JABAR, Cyberliputan6.com Rasanya sulit menemukan sosok Gubernur Jawa Barat seperti Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM. Meski “hanya” gubernur daerah, popularitasnya menembus panggung nasional. Hal ini tak lepas dari konsistensinya mengunggah aktivitas di berbagai platform media sosial, mulai dari YouTube, Instagram, hingga TikTok. Tak heran, ia pernah dijuluki “Gubernur Konten” oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam sebuah rapat di DPR, Minggu/17/Agustus/2025.

Namun, popularitas KDM juga diiringi kontroversi. Ia pernah dituding anti-Islam hanya karena mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Sebagian orang menilai tudingan itu berlebihan, sebab mengganti nama dari bahasa Arab ke bahasa Sunda tentu tidak otomatis menunjukkan sikap anti-Islam.

Tidak elok pula melabeli seseorang anti-Islam hanya karena tampilan luarnya—memakai iket, bukan peci; berpakaian pangsi, bukan gamis. Agama bukan sekadar simbol, melainkan inti dari kebenaran, kesucian, dan akhlak mulia. Prof. Nurcholish Madjid dalam bukunya Masyarakat Religius (2010:90) menegaskan bahwa agama bukan hanya ritual seperti salat dan doa. Lebih jauh, agama adalah keseluruhan perilaku manusia yang dilakukan demi memperoleh ridha Tuhan, yang pada akhirnya membentuk manusia berbudi luhur.Baru-baru ini, KDM kembali menjadi sorotan setelah berjanji membeli lahan sebuah gereja di Kabupaten Cianjur yang disita bank akibat pemiliknya gagal bayar utang. Tujuannya sederhana: agar kegiatan ibadah umat tetap bisa berjalan (Kompas.com). Tindakan ini tentu berpotensi menimbulkan tudingan baru, misalnya cap “pluralis agama”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini mengingatkan pada kisah Khalifah Umar bin Khattab. Diceritakan, seorang Yahudi mengadu karena rumahnya dirobohkan demi pembangunan masjid oleh Amru bin Ash. Umar lalu menuliskan garis lurus di atas sebuah tulang dengan pedangnya, lalu memberikannya kepada si Yahudi. Ketika Amru menerimanya, ia paham maksud Umar: jangan sampai pembangunan masjid menindas hak warga. Seketika, pembangunan masjid itu dihentikan.

Tentu KDM bukan Umar bin Khattab, dan membeli tanah gereja berbeda dengan kasus rumah Yahudi di Mesir. Namun, esensinya serupa: seorang pemimpin harus mengayomi, mengasihi, dan berlaku adil kepada semua warga tanpa membedakan agama maupun suku.

Sikap KDM sejatinya merupakan wujud dari ajaran Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.

Penulis adalah pemerhati sosial-keagamaan, anggota Ormas Pemuda Pancasila, dan advokat.
Reporter: H. Mumu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI
KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung
Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti
Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak
Bupati Bandung Ajak Masyarakat Awasi Proses SPMB Agar Bebas Pungli dan Titipan
Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun
Bapenda Kabupaten Bandung Hadirkan Insentif Pajak 2026, Warga Bisa Lunasi Tunggakan Tanpa Denda
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:16 WIB

H. Deden Ciwidey Antar Kabupaten Bandung Raih Juara Umum di Ajang Nasional Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:51 WIB

Ali Syakieb Optimistis Program MBG Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:46 WIB

Kabupaten Bandung Siap Bersinergi Tuntaskan Persoalan Sampah dari Sumber hingga Sarimukti

Senin, 25 Mei 2026 - 01:48 WIB

Normalisasi Sungai Citarum Dinilai Krusial, KDS Minta Kolaborasi Semua Pihak

Berita Terbaru