Percaya pada Takdir Ilahi, Kunci Ketenangan Hidup, Oleh: Idat Mustari

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cyberliputan6.com – Dalam ajaran Islam, beriman kepada takdir merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Sebab, percaya pada takdir termasuk salah satu dari enam rukun iman yang wajib diyakini setiap Muslim.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan takdir? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takdir adalah ketetapan atau ketentuan Tuhan. Artinya, beriman kepada takdir berarti mempercayai bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu dengan kodrat, iradat, serta hikmah-Nya, Jumat/12/September/2025.

Perbedaan Pandangan Ulama

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah mencatat, pemahaman tentang takdir memunculkan perbedaan di kalangan ulama. Dari perbedaan itu lahirlah dua aliran teologi besar.

Pertama, Jabariyah, yang meyakini manusia tidak memiliki kehendak bebas. Segala sesuatu yang terjadi semata-mata merupakan kehendak Allah, sehingga hidup dianggap sudah sepenuhnya ditentukan.

Sebaliknya, Qadariyah berpendapat bahwa Allah memberikan kebebasan penuh kepada manusia. Segala perbuatan merupakan hasil usaha manusia itu sendiri, tanpa campur tangan Allah.

Pandangan Cak Nur tentang Takdir

Cendekiawan Muslim almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur) menegaskan bahwa rujukan utama tentang takdir ada dalam Al-Qur’an. Ia merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-Hadid ayat 22–23, yang menyebutkan bahwa segala sesuatu telah tercatat dalam kitab sebelum terjadi, agar manusia tidak berduka berlebihan saat kehilangan, dan tidak terlalu bangga ketika mendapat nikmat.

Ayat 22:
Arab: مَآ أَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ فِيۡ الۡاَرۡضِ وَلَا فِيۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اِلَّا فِيۡ كِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡرَاَهَا ؕ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرٌ ۚ
Latin: Mā aṣāba min muṣībatin fīl-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābimm min qabli an nabra’ahā, inna ḏālika ‘alallāhi yasīr.
Terjemahan: Tidak ada bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami menciptakannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Ayat 23:
Arab: لِّكَيۡلَا تَأۡسَوۡا عَلَىٰ مَا فَا تَقُمۡ وَلَا تَفۡرَحُوۡا بِمَاۤ آتٰـٰكُمۡ ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍ
Latin: Līkaylā ta’saw ‘alā mā fatakwam wa lā tafraḥū bimā ātakum, wallāhu lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūr.
Terjemahan: (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu tidak bersedih hati atas apa yang luput (terjadi) darimu dan tidak pula terlalu bergembira atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.

Menurut Cak Nur, ajaran tentang takdir sesungguhnya mengajarkan keseimbangan.

Jangan berputus asa ketika gagal.

Jangan sombong ketika berhasil.

Takdir dan Ikhtiar

Hakikat takdir adalah segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup. Adapun hal yang belum terjadi, manusia diperintahkan untuk berusaha dan berikhtiar.

Syekh Tosun Bayrak al-Jerrahi pernah berkata, “Ketahuilah, takdirmu sedang berlangsung dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Jangan khawatir atas apa yang akan datang, dan jangan sesali apa yang telah berlalu. Sebab penyesalan tak akan mengubah apa pun. Terimalah dengan lapang hati, niscaya engkau akan diberi keridhaan dan kedamaian.”

Menemukan Ketenangan

Pada akhirnya, memahami takdir membuat seorang Muslim mampu menjalani hidup dengan hati yang tenang. Tidak larut dalam kesedihan, tidak pula terjebak dalam kesombongan.

Dengan kesadaran itu, setiap Muslim diajak untuk terus berusaha, berdoa, dan bertawakal, karena takdir Allah selalu mengandung hikmah.
Wallahu a’lam.

Selamat menunaikan ibadah Jumat. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kebahagiaan, kedamaian, dan umur yang penuh berkah.
Reporter: H.Mumu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberliputan6.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun
Bapenda Kabupaten Bandung Hadirkan Insentif Pajak 2026, Warga Bisa Lunasi Tunggakan Tanpa Denda
Bupati KDS Persembahkan Kado Terindah Hari Jadi ke-385, Kabupaten Bandung Raih Predikat Kinerja Tinggi dari Kemendagri
Dari Arena Budaya ke Penggerak Ekonomi: Meriahnya Kontes Domba Garut “Piala Ayam Ningrat Vol. I” di Lembang
Dari Nol di Birokrasi, Erwan Kusuma Hermawan Kini Nahkodai Bapenda Kabupaten Bandung
Drainase Palasari Mulai Membaik, Genangan Kini Cepat Surut Berkat Gerak Cepat SDA Jabar
Kang DS : Seluruh Kader Harus Sukseskan Muscab PKB Kabupaten Bandung
Banjir Berulang dan Jalan Rusak Kian Membahayakan, Warga Desak Keras Aksi Nyata Bina Marga Provinsi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:00 WIB

Grand Final Duta Pajak 2026 di Kabupaten Bandung: Dadang Supriatna Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak untuk Kejar Target PAD Rp1,3 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:51 WIB

Bapenda Kabupaten Bandung Hadirkan Insentif Pajak 2026, Warga Bisa Lunasi Tunggakan Tanpa Denda

Senin, 27 April 2026 - 08:56 WIB

Bupati KDS Persembahkan Kado Terindah Hari Jadi ke-385, Kabupaten Bandung Raih Predikat Kinerja Tinggi dari Kemendagri

Senin, 27 April 2026 - 06:38 WIB

Dari Arena Budaya ke Penggerak Ekonomi: Meriahnya Kontes Domba Garut “Piala Ayam Ningrat Vol. I” di Lembang

Rabu, 8 April 2026 - 02:23 WIB

Dari Nol di Birokrasi, Erwan Kusuma Hermawan Kini Nahkodai Bapenda Kabupaten Bandung

Berita Terbaru