
Bandung, JABAR| CYBERLIPUTAN6.com
Perjalanan karier Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, menjadi contoh nyata bahwa proses panjang dan konsistensi mampu mengantarkan seseorang ke posisi strategis di pemerintahan.
Mengabdi sejak akhir tahun 90-an, Erwan memulai kariernya dari tenaga kontrak pada 1996 sebelum resmi menjadi aparatur sipil negara setahun kemudian. Ia menapaki setiap jenjang jabatan secara bertahap, dari level teknis hingga kepemimpinan.
Dalam perbincangan di podcast bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bandung, ia mengungkapkan bahwa perjalanan panjang tersebut dijalaninya dengan penuh kesabaran dan komitmen.
“Semua proses saya jalani dari bawah. Setiap penugasan itu jadi kesempatan untuk belajar dan membuktikan diri,” ungkapnya.
Karier awalnya dimulai sebagai kepala seksi di Kecamatan Cisarua, kemudian berlanjut menjadi kepala subbagian di Bagian Otonomi Daerah. Di posisi ini, ia turut terlibat dalam sejumlah proses penting, seperti pemekaran wilayah Kelurahan Jelekong serta peningkatan status Desa Sulaiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengalaman tersebut membuka jalan baginya untuk dipercaya menjabat sebagai camat di Kecamatan Ibun selama hampir empat tahun. Jabatan itu menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai pimpinan wilayah.
Selanjutnya, Erwan sempat bertugas di Kecamatan Cilengkrang sebelum kembali dipercaya memimpin Kecamatan Katapang. Menurutnya, rotasi jabatan yang dinamis justru memperkaya sudut pandang serta kemampuan dalam memahami persoalan masyarakat.
“Perpindahan tugas itu bukan beban, tapi bagian dari proses pendewasaan dalam bekerja. Kita jadi lebih memahami karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya di pemerintahan wilayah, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung selama lebih dari dua tahun. Pengalaman tersebut memberinya wawasan tambahan dalam hal tata kelola lembaga dan administrasi publik.
Sekembalinya ke Sekretariat Daerah, Erwan dipercaya menangani pengelolaan aset daerah. Ia ikut merasakan langsung proses pembenahan tata kelola keuangan, dari kondisi opini “disclaimer” hingga berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Kini, dengan pengalaman yang matang di berbagai lini, Erwan memimpin Bapenda Kabupaten Bandung dengan fokus pada optimalisasi pendapatan daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi daerah, sesuai dengan tanggung jawab yang diamanahkan,” tutupnya.
(Red)

















