Dayeuhkolot, JABAR, Medialiputan6.com- Setelah sempat menuai sorotan publik akibat lambatnya penanganan drainase yang kerap meluap hingga menyebabkan banjir di kawasan Palasari, kini warga mulai merasakan perubahan signifikan.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat melalui Satuan Pelaksana (Satpel) SUP Cimahi–Ciasem Hulu yang dipimpin Rudiman, bersama Sidik Permadia serta didampingi UPTD DPUTR DAS Ciwidey Aat Safari dan tim Pentahelix, turun langsung melakukan pengerukan sedimen dan pemeliharaan saluran secara manual di kawasan PT Zhong Xin Palasari.
Langkah cepat tersebut terbukti efektif. Jika sebelumnya genangan air bisa mencapai ketinggian hingga 80 cm dan bertahan selama 1 hingga 2 hari, kini air dapat surut hanya dalam waktu sekitar 1 jam setelah hujan reda.
Ketua Pentahelix, Tri Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari pihak SDA Provinsi Jawa Barat dalam menangani persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dari SDA yang langsung turun ke lapangan. Ini bentuk keseriusan dalam menjawab keluhan warga. Semoga dampaknya terus dirasakan dan genangan semakin cepat surut,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan banjir agar lebih efektif dan berkelanjutan.
“Sinergi seperti ini harus terus dijaga. Ketika semua pihak bergerak bersama, hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Warga setempat pun mengaku lega dengan adanya perubahan tersebut, meskipun sebelumnya sempat kecewa karena penanganan yang dinilai lambat.
“Sekarang sudah jauh lebih baik. Air cepat surut. Dulu kalau hujan deras bisa lama sekali menggenang sampai bikin macet. Kami bersyukur sudah ada tindakan nyata,” ungkap salah seorang warga Palasari, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, warga dan tim Pentahelix mengingatkan bahwa langkah ini masih bersifat sementara. Mereka berharap adanya penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan agar masalah tidak terus berulang.
“Kami harap ini bukan hanya solusi sementara. Perlu perbaikan total supaya tidak ada lagi genangan lama atau endapan yang memicu banjir,” ujar warga lainnya.
Pentahelix juga mendorong SDA Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan normalisasi dan perbaikan drainase secara permanen, khususnya di titik-titik rawan sepanjang Jalan Mohamad Toha.
Dengan adanya langkah awal ini, masyarakat berharap pemerintah tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan segera merealisasikan solusi jangka panjang demi mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama warga Dayeuhkolot.
(Red)

















