Bandung Barat, CyberLiputan6.com-
Kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat akhirnya terungkap penyebabnya.
Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat memastikan bahwa dua jenis bakteri, yakni Salmonella dan Bacillus Cereus, ditemukan pada sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Kepala UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dr. Ryan Bayusantika Ristandi, menjelaskan bahwa bakteri tersebut bersumber dari komponen karbohidrat dalam menu yang disajikan. Ia menegaskan, makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berpotensi besar menjadi media pertumbuhan bakteri berbahaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Risiko akan semakin tinggi apabila makanan disimpan lebih dari enam jam tanpa pengendalian suhu. Karena itu, aspek higienitas harus benar-benar diperhatikan, mulai dari penggunaan air bersih, dapur yang terjaga, hingga kelengkapan pelindung diri bagi petugas,” ungkap Dr. Ryan, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Dr. Ryan merekomendasikan agar makanan siap saji sebaiknya disimpan pada suhu 60 derajat Celsius atau di bawah 5 derajat Celsius agar tetap aman dikonsumsi.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sekaligus evaluasi penting dalam penyelenggaraan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
( Rudi.S )

















