Kabupaten Bandung, Cyberliputan6.com-
Harapan lama warga Kabupaten Bandung untuk memiliki jalan layak akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Bandung menggelontorkan anggaran besar, mencapai Rp 1 triliun, untuk memperbaiki 500 kilometer jalan yang rusak dalam tiga tahun ke depan, hingga 2027.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, dari total 1.500 kilometer jalan kabupaten sekitar 1.000 kilometer sudah dalam kondisi baik. Kini, sisanya menjadi fokus utama pembangunan.
“Ruas Kendeng – Dewata – Londok sepanjang 22 kilometer sudah kami kerjakan. Dibutuhkan lebih dari Rp 44 miliar, dengan target selesai dalam dua sampai tiga tahun,” ujar Dadang saat meninjau lokasi di Kecamatan Pasirjambu.
Pembangunan jalan ini menggunakan cor beton, sesuai aspirasi masyarakat yang sudah lama mengeluhkan jalan cepat rusak. Tahun ini, 4 kilometer pertama mulai dicor, dengan target 90 kilometer jalan rampung di 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi warga, jalan ini bukan sekadar akses, melainkan urat nadi ekonomi dan jalur wisata yang bisa membuka peluang baru. “Kalau jalannya bagus, aktivitas ekonomi lancar, wisatawan pun bisa lebih mudah datang,” kata seorang warga yang ikut menyambut kedatangan bupati.
Kunjungan Bupati Dadang ke Kampung pondok, Desa Sugimukti menjadi momen bersejarah. Warga berbondong-bondong menyambut, sebagian besar merasa baru kali ini benar-benar diperhatikan.
“Sejak Indonesia merdeka, belum pernah ada bupati yang hadir langsung ke sini. Hari ini, warga bisa menyampaikan aspirasi secara langsung. Kami merasa dihargai,” tutur Rusman Buhori, Kepala Desa Sugimukti, dengan mata berbinar.
Dadang menekankan, pembangunan ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kabupaten Bandung. Ia berharap ada dukungan dari provinsi Jawa Barat dan perusahaan melalui program CSR, seperti PT Geo Dipa dan PT Sangkan wangi.
“Kami mengusung konsep kolaborasi pentahelix. Artinya, pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media harus bersama-sama membangun daerah,” tegasnya.
Bagi masyarakat, program ini menjadi simbol perubahan nyata. Jalan yang dulunya retak, amblas, dan penuh keluhan, kini mulai disulap menjadi jalur kokoh yang membawa harapan baru bagi generasi mendatang.
Pewarta: Rudi S

















