KABUPATEN BANDUNG | CYBERLIPUTAN6.COM-Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-76 Tahun Anggaran 2026, Pokjar IV, melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Kompleks Pemerintah Daerah Soreang, Jalan Raya Soreang KM 17, Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Sinergisitas Polri dan Instansi Terkait Guna Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Adapun judul KKP yang diangkat, yakni “Sinergisitas Polri dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Guna Menjaga Stabilitas Harga dan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dalam Rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan.”
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta didik Pokjar IV serta unsur Sespimma Polri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Perum BULOG Cabang Kabupaten Bandung, Satgas Pangan Polresta Bandung, dan perwakilan kemitraan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Drs. Yayan Suheryan, M.Si.; perwakilan Perum BULOG Cabang Kabupaten Bandung, Ratih Rachmawati; serta Kasubnit Tipidter Polresta Bandung, IPTU Andri Herdiana, bersama jajaran dinas dan perwakilan kemitraan UMKM.
Dari unsur Sespimma Polri, kegiatan tersebut didampingi oleh Brigjen Pol. Yosef Sriyono Joko Handono, S.I.K., M.H., dan Kombes Pol. Suprayitno, S.H., S.I.K., selaku pengawas. Sementara itu, AKBP Dewi Susilo Pengestu, A.Md., dan Kompol Zanuar Cahyo Wibowo, S.I.K., M.M., bertugas sebagai pembimbing, serta AKP Nita Marliana, S.E., dan Pengatur Endah Trisnawati sebagai pendamping.
Dalam pokok sambutan Kepala Sespimma Polri yang disampaikan melalui Koordinator Widyaiswara Sespimma, ditegaskan bahwa KKP merupakan sarana strategis untuk membangun kemitraan dan memperkuat jejaring kerja Polri dengan berbagai instansi terkait.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, serta mengkaji dan merumuskan solusi secara komprehensif terhadap berbagai tantangan di lapangan.
Sinergisitas lintas instansi juga diarahkan untuk mendukung program kedaulatan pangan, energi, dan penguatan ekonomi yang produktif serta inklusif. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan di kesatuan masing-masing guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja sama antarinstansi.
Bahas Stabilitas Harga dan Distribusi Bahan Pokok
Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh pemaparan mengenai pemantauan harga, ketersediaan barang kebutuhan pokok, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan operasi pasar. Perum BULOG turut memaparkan dukungannya terhadap pasokan dan stabilisasi pangan, sedangkan Satgas Pangan Polresta Bandung menjelaskan aspek pengawasan serta penanganan potensi gangguan distribusi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan peserta didik dan perwakilan kemitraan UMKM. Dalam sesi tersebut, Serdik Kancerio Chalvari, S.T., M.T., turut menyampaikan pertanyaan untuk memperdalam pembahasan mengenai sinergi antarlembaga.
Berdasarkan hasil pembulatan FGD, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi perhatian bersama, terutama penguatan koordinasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di Kabupaten Bandung.
Polri memiliki peran dalam deteksi dini, pengawasan, penegakan hukum sesuai kewenangan, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian berperan dalam memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang, melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha, serta memfasilitasi intervensi pasar sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, Perum BULOG mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah, penyaluran komoditas, serta upaya stabilisasi pasokan dan harga sesuai penugasan yang diberikan.
Perkuat Pengawasan dan Susun Rencana Aksi Terpadu
Hasil FGD juga menekankan pentingnya integrasi data dan pengawasan bersama melalui pertukaran informasi mengenai harga, stok, dan pasokan barang kebutuhan pokok. Pemantauan berkala, pengawasan jalur distribusi, inspeksi gabungan, serta respons cepat terhadap potensi kelangkaan dan dugaan praktik penimbunan maupun spekulasi harga dinilai perlu diperkuat.
Selain itu, diperlukan rencana aksi terpadu berupa pemetaan wilayah yang rawan mengalami kelangkaan, peningkatan pengawasan jalur distribusi, serta pelaksanaan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan rencana aksi tersebut perlu disertai evaluasi berkala dengan indikator keberhasilan yang terukur agar setiap langkah yang dilakukan dapat dinilai efektivitasnya.
Melalui kegiatan KKP ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, Perum BULOG, dan para pelaku usaha dalam menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, mengendalikan potensi gejolak harga, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan, menjaga stabilitas ekonomi, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Bandung.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan kesimpulan dan rumusan tindak lanjut, penyerahan cinderamata, foto bersama, serta penutupan.
Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kapokjar IV, Serdik Yahya Dhadiri, S.H., M.H., sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan KKP Peserta Didik Sespimma Polri Angkatan ke-76 Tahun Anggaran 2026.
( Red )
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


















